Analisis Wacana Pengaturan Cuti Haid, Hamil, Keguguran, dan Melahirkan dalam Hukum Positif Indonesia

Main Article Content

Tristam Pascal Moeliono
Oktavianti Indriyani

Abstract

Women in the modern industrialized world are expected to satisfy quite a number of different public or country’s demands. Traditionally, as also underscored by the existing marriage law in Indonesia, they are expected to become housewives, supporting, and taking care of their husband and children. On the other hand, the modern industrial world demands them to be able handle multi task and become productive workers, to play their part as productive state’s human resources. In the face of these demands, we can discern the compromise made in the making of policies and rules in the field of labour law. This tension, as shown in conflicts and compromises made in the establishment of policies, rules, and regulations, especially in the field of labour law, granting special treatment for women labour force colours the development of special treatment policies given to women, in terms of maternity, miscarriage and menstruation leave. Those specific work leaves are made and developed based on how women’s specific nature is understood by legislators (mostly dominated by man) or based on how the masculine-economic world view perceive specific women health issues. In this article the authors grapples with legal issues stemming from the treatment of this dual function of women workers in the domestic and workspace. The existing positive law will be put under scrutiny using a discourse analysis, i.e. legal materials as discourse will be analysed using feminist critical legal theory. The authors argue the state or society’s demand to produce healthy offspring’s may well hamper the fulfilments of women’s right to work and building a professional career. Important also is how cost and benefit analysis influenced how those rights are being discussed.


Abstrak


Perempuan dalam dunia industri modern diharapkan dapat dan wajib memenuhi banyak harapan masyarakat dan negara. Perempuan secara tradisional dan juga secara tegas dalam hukum perkawinan Indonesia diharapkan menjadi ibu rumah tangga dan mendukung dan merawat anak-anak. Sebaliknya, dunia industri modern menuntut mereka berperan ganda dan menjadi tenaga kerja yang produktif. Berhadapan dengan dua tuntutan berbeda, kompromi dalam kebijakan dan hukum ketenagakerjaan mewarnai pengembangan kebijakan serta penetapan sejumlah perlakuan khusus bagi perempuan terkait cuti haid, keguguran, dan melahirkan. Ketiga hal itu diatur dan dikembangkan berdasarkan pemahaman pembuat undang-undang (didominasi pria) atau diwacanakan sebagai persoalan khusus kesehatan perempuan dari sudut pandang ekonomi maskulin. Tulisan ini menelaah persoalan perempuan sebagai ibu rumah tangga (ranah domestik) dan pekerja (ranah publik) dari kacamata hukum positif di Indonesia. Pendekatan yang digunakan adalah discourse analysis, di mana bahan-bahan hukum diwacanakan dengan menggunakan perspektif feminist critical legal theory. Dengan itu hendak ditunjukkan bagaimana perbincangan dan perdebatan perihal hak-hak khusus perempuan tidak dapat dipahami terlepas dari praktik-kebiasaan dunia ketenagakerjaan di Indonesia. Dari analisis yang dilakukan tampak kuatnya pengaruh cost benefit analysis serta kecemasan perihal keberlanjutan generasi penerus berkualitas dalam perbincangan hak cuti perempuan pekerja dan dukungan suami terhadap istri-pekerja.

Article Details

Section
Articles

References

Daftar Pustaka

Artikel, Buku, dan Laporan

ACAS. “Time off Work for Bereavement, Stillbirth or Miscarriage.” https://www.acas.org.uk/time-off-for-bereavement/stillbirth-or-miscarriage. Diakses 7/8/2024.

Arista, Windi. “Penerapan Perlindungan Hukum terhadap Hak Cuti Haid Berdasarkan Pasal 81 Ayat (1) Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.” Jurnal Hukum Tri Pantang 6, 2 (2020): 75-83. DOI: 10.51517/jhtp.v6i2.266.

Beauvoir, Simone de. The Second Sex. Terjemahan dan edit oleh H. M. Parshley. London: Jonathan Cape, 1956.

Bisnis.com. “Apa Itu Outsourcing? Ini Aturan, Jenis, Sistem dan Contohnya.” https://ekonomi.bisnis.com/read/20221110/12/1596872/apa-itu-outsourcing-ini-aturan-jenis-sistem-dan-contohnya, 10/11/2022.

Bourdieu, Pierre. “Structures, Habitus, Power: Basis for a Theory of Symbolic Power.” Dalam Culture/Power/History: A Reader in Contemporary Social Theory, diedit oleh Nicholas Dirks, Geoff Eley, dan Sherry Ortner, 155–199. Princeton: Princeton University Press, 1994. DOI: 10.1515/9780691228006-007.

Budiman, Arief. Pembagian Kerja Secara Seksual: Sebuah Pembahasan Sosiologis tentang Peran Wanita di dalam Masyarakat. Jakarta: Gramedia, 1985.

Christian, Jordy Herry dan Kirana Edenela. “Terampasnya Hak-Hak Perempuan Akibat Diskriminasi Batas Usia Perkawinan.” Lex Scientia Law Review 3, 1 (2019): 1–14. DOI: 10.15294/lesrev.v3i1.30723.

Chuzaifah, Yuniyanti. “Catatan Kritis untuk UU Kesejahteraan Ibu dan Anak.” Kompas, 20/6/2024, 7.

Eichner, Maxine dan Clare Huntington. “Introduction, Special Issue: Feminist Legal Theory.” Studies in Law, Politics and Society 9 (2016): 1-13. https://ir.lawnet.fordham.edu/faculty_scholarship/697.

Finansialku.com. “Kontrak Kerja Larang Karyawan Menikah atau Hamil, Bolehkah?” https://www.finansialku.com/lifestyle/larangan-menikah-dan-hamil-selama-kontrak-kerja/, 19/6/2023.

Francis, Leslie dan Patricia Smith, "Feminist Philosophy of Law." Stanford Encyclopedia of Philosophy. https://plato.stanford.edu/archives/fall2021/entries/feminism-law/.

Hello Sehat. “Panduan BPJS untuk Ibu Hamil.” https://hellosehat.com/sehat/asuransi/panduan-bpjs-untuk-ibu-hamil/. Diakses 7/8/2024.

Helm, Paul. “Manifest and Latent Functions.” The Philosophical Quarterly 21, 82 (1971): 51–60. DOI: 10.2307/2217569.

Husin, Zaimah. “Outsourcing sebagai Pelanggaran atas Hak Pekerja di Indonesia.” Jurnal Kajian Pembaruan Hukum 1, 1 (2021): 1–24. DOI: 10.19184/jkph.v1i1.23396.

International Labour Organization. “Maternity Protection Convention, 2000 (No. 183). https://normlex.ilo.org/dyn/nrmlx_en/f?p=NORMLEXPUB:12100:0::NO::P12100_ILO_CODE:C183.

International Labour Organization. “Maternity Protection Recommendation, 2000.” https://normlex.ilo.org/dyn/normlex/en/f?p=1000:12100:::NO:12100:P12100_INSTRUMENT_ID:312529. Diakses 7/8/2024.

International Labour Organization. “Policy Brief: Maternity and Paternity at Work, Law and Practice Across the World.” https://www.ilo.org/sites/default/files/wcmsp5/groups/public/@dgreports/@dcomm/documents/publication/wcms_242617.pdf. Diakses 6/8/2024.

Jawapos.com. “Komunitas Single Moms Indonesia Bantu Ibu Tunggal Bangkit dan Berdaya.” https://www.jawapos.com/features/01624496/komunitas-single-moms-indonesia-bantu-ibu-tunggal-bangkit-dan-berdaya?page=2, 12/5/2023.

King, Sally. “Why Menstrual Leave Could Be Bad for Women.” https://theconversation.com/why-menstrual-leave-could-be-bad-for-women-199568, 27/4/2023.

Kompas.com. “Segera Susun 4 Aturan Turunan UU KIA, Pemerintah Janji Libatkan Publik.” https://nasional.kompas.com/read/2024/06/12/20501481/segera-susun-4-aturan-turunan-uu-kia-pemerintah-janji-libatkan-publik, 12/6/2024.

Levitt, Rachel B. dan Jessica L. Barnack-Tavlaris. “Addressing Menstruation in the Workplace: The Menstrual Leave Debate.” Dalam The Palgrave Handbook of Critical Menstruation Studies, diedit oleh Chris Bobel, dkk., 561-75. Singapore: Palgrave Macmillan, 2020. DOI: 10.1007/978-981-15-0614-7_43.

Luo, Amy. “Critical Discourse Analysis: Definition, Guide & Examples.” https://www.scribbr.com/methodology/discourse-analysis/, 22/6/2023.

Mohsi. “Melacak Domestikasi Perempuan dalam RUU Ketahanan Keluarga Perspektif Hukum Islam.” An Nur: Jurnal Studi Islam 15, 2 (2023): 243–56. DOI: 10.37252/annur.v15i2.654.

Narasi.tv. “Undang-Undang Cuti Menstruasi: Ada Aturannya, Buruk Implementasinya.” https://narasi.tv/read/narasi-daily/undang-undang-cuti-menstruasi, 23/10/2023.

Newcastle University, Methods Hub. “Discourse Analysis." https://research.ncl.ac.uk/methodshub/methods/discourseanalysis/. Diakses 6/8/2024.

Nurjannah S. “Prinsip Anti Diskriminasi dan Perlindungan Hak-Hak Maternal Pekerja Perempuan dalam Perspektif Keadilan Gender.” Jurnal Ius Kajian Hukum dan Keadilan 1, 1 (2013): 32–43. DOI: 10.12345/ius.v1i1.224.

Obiora, L. dan R. Perry. “Feminist Legal Theory.” Dalam International Encyclopedia of the Social & Behavioral Sciences, diedit oleh Neil J. Smelser dan Paul B. Baltes, 5464-9. Pergamon, 2001. DOI: 10.1016/B0-08-043076-7/02929-6.

Pujihasvuty, Resti, Aning Tri Subeqi, dan Chairunnisa Murniati. “Single Parents in Indonesia: How to Carry Out the Practice of the Eight Family Functions?” The Family Journal (2021): 1-10. https://doi.org/10.1177/1066480720986500.

Republik Indonesia, Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat. “RUU Kesejahteraan Ibu dan Anak Penting bagi Keberlangsungan Negara.” https://www.dpr.go.id/berita/detail/id/44867/t/RUU+Kesejahteraan+Ibu+dan+Anak+Penting+Bagi+Keberlangsungan+Negara, 6/6/2023.

Republik Indonesia, Dewan Perwakilan Rakyat. “Risalah Rapat Panitia Kerja RUU tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak Komisi VIII DPR RI dengan Tim Panitia Kerja Pemerintah.” https://berkas.dpr.go.id/akd/dokumen/K8-RJ-20240122-022419-3311.pdf, 16/1/2023. Diakses 7/8/2024.

Republik Indonesia, Majelis Permusyawaratan Rakyat. “HNW: RUU Kesejahteraan Ibu dan Anak (KIA) Harus Perkuat Ketahanan Keluarga.” https://www.mpr.go.id/berita/HNW:-RUU-Kesejahteraan-Ibu-dan-Anak-(KIA)-Harus-Perkuat-Ketahanan-Keluarga, 5/4/2023.

Retnani, Siti Dana Panti. “Feminisme dalam Perkembangan Aliran Pemikiran dan Hukum di Indonesia.” Jurnal Ilmu Hukum: ALETHEA 1, 1 (2017): 95–109. DOI: 10.24246/alethea.vol1.no1.p95-109.

Rini, Ragil Kusnaning. “Urgensi Prinsip Kepatutan dan Keadilan (Redelijkheid en Billijkheid) dalam Pembuatan Perjanjian Pendahuluan.” Notaire 4, 3 (2021): 425–40. DOI: 10.20473/ntr.v4i3.27221.

Stobierski, Tim. “How to Do a Cost-Benefit Analysis & Why It’s Important.” https://online.hbs.edu/blog/post/cost-benefit-analysis, 5/9/2019.

Susiana, Sali. “Pelindungan Hak Pekerja Perempuan dalam Perspektif Feminisme.” Aspirasi: Jurnal Masalah-Masalah Sosial 8, 2 (2017): 207–22. DOI: 10.46807/aspirasi.v8i2.1266.

Victoria Government. “Compassionate Leave.” https://www.vic.gov.au/sites/default/files/2022-06/Compassionate%20Leave.pdf. Diakses 7/8/2024.

Ward, Ian. Introduction to Critical Legal Theory. London: Routledge-Cavendish, edisi dua, 2004. DOI: 10.4324/9780203855478.

Wechem, T.H.M. van dan M. Wallart. “Aanvullende Werking van de Redelijkheid en Billijkheid: Waar Liggen de Grenzen? HR 24 september 2004, C03/140HR.” Vermogensrechtelijke Analyse 2 (2005): 61-76. https://www.bjutijdschriften.nl/tijdschrift/vermogensrechtelijkeanalyse/2005/02/VrA_2005_003_002_004.pdf.

Whitlock, David. “Key Performance Indicators.” https://www.projectmanagement.com/wikis/345150/key-performance-indicators#_=_, 17/7/2024.

Wijaya, Michellie Chandra dan Gunardi Lie. “Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Sepihak terhadap Pekerja Hamil.” Syntax Literate 8, 11 (2023): 123–45. DOI: 10.36418/syntax-literate.v8i11.13977.

Zerbe, Richard O. “Cost–Benefit Analysis in Legal Decision-Making.” Dalam The Oxford Handbook of Law and Economics: Volume 1: Methodology and Concepts, diedit oleh Francesco Parisi, 355-80. Oxford Academic, 2017. DOI: 10.1093/oxfordhb/9780199684267.013.027.

Peraturan dan Putusan Hukum

United Nations General Assembly. Convention on the Elimination of all Forms of Discrimination Againts Women, adopted 18/12/1979.

International Labour Organization. Convention No. 183: Convention Concerning the Revision of the Maternity Protection Convention. https://normlex.ilo.org/dyn/normlex/en/f?p=NORMLEXPUB:12100:0::NO:::.

Republik Indonesia. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Republik Indonesia. Undang-undang (UU) Nomor 7 Tahun 1984 tentang Pengesahan Konvensi mengenai Penghapusan Segala Bentuk Diskiriminasi terhadap Wanita (Convention on the Elimination of All Forms of Discrimanation Against Women).

Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 238, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6841.

Republik Indonesia. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.